Sunday, 22 March 2015

~serpihan ingatan~

Hujan baru saja reda. Penjual kue putu lewat di depan kost. Suara “tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut” dari gerobak penjual putu mengingatkanku pada sepotong kenangan di masa lalu. Waktu masih SD. Waktu itu telepon rumah masih jadi alat komunikasi utama.
Malam itu terdengar suara “tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut” di dalam rumah. Perlahan-lahan suaranya makin mengganggu. Aku dan ayah mencoba mencari tahu sumber suara itu. Mungkin suara telepon yang tidak tertutup rapat. Biasanya kalau gagang telepon tidak ditempatkan dengan baik maka akan muncul suara “tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut”, tetapi bukan itu ternyata. Mungkin suara air yang mendidih, tetapi juga bukan. Aku dan Ayah mencari tahu darimana asal suara itu. Sudah berkeliling di dalam rumah tapi tetap tidak menemukan asal suara. Ternyata sumber suaranya berasal dari gerobak penjual putu yang mangkal di depan rumah .
kenangan bisa muncul dari mana saja.dari "seteguk sprite" yang kau minum hingga suara "tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut" dari gerobak penjual kue putu ^^

Tuesday, 10 March 2015

Rindu

~2 bulan lagi~


10 September 2012, kalau tidak salah ingat itu adalah terakhir kalinya bertemu dengan bapak.  Kalau di hitung-hitung, sudah 2,5 tahun tidak ketemu dengan bapak. kangen sekali rasanya. salah satunya, kangen dengan marah-marahnya. Dulu, kalau dimarahi sama bapak dalam hati suka sebel dan ngomel-ngomel sendiri. Padahal ternyata semua teguran, dan larangan dari bapak sangat terbukti dan sangat berguna ketika kita sudah hidup sendiri, jauh dari orang tua.
InsyaAllah 2 bulan lagi bapak akan ke Makassar, semoga adek dan mama juga bisa ikutan .
(semoga Allah memumudahkan)

Nah, kalau kita kadang diomelin sama orang tua, yakinlah omelan-omelan itu sesungguhnya demi kebaikan kita. mungkin efeknya tidak terasa saat itu juga, tapi justru berguna di masa depan.

Friday, 14 November 2014

Maba (MAHASISWA BARU)



Namaku Kameliani. Aku biasanya di panggil Lia. Aku berasal dari SMA N 1 Nabire, terletak di sebuah Kabupaten di  Provinsi Papua. Tapi kedua orang tuaku asli orang Barru. Meskipun hanya sesekali ke Barru, tapi sedikit banyak aku tahu berbahasa Bugis.
Aku sudah hampir 4 bulan berada di Sulawesi Selatan. Beberapa jam setelah pengumuman UN aku berangkat dari Nabire menuju ke Makassar bersama teman-temanku, tanpa di dampingi orang tua. Sedih rasanya jauh dari orang tua. Inilah untuk pertama kalinya aku jauh dari orang tua. Mereka tidak bisa mendampingiku ke Makassar karena situasi dan kondisi belum memungkinkan.
Malam Pengumuman SNMPTN, hatiku sangat deg-degan. Alhamdulillah ya Allah ternyata aku lulus di UNM. Senang dan bangga sekali rasanya bisa lolos SNMPTN tertulis di UNM. Apalagi menurut informasi, dari ribuan peserta yang mendaftar , hanya 30 orang yang di terima.
Tanggal 29 Agustus 2012, acara PMB di Gedung CCC, Tanjung Bunga. Acaranya sangat meriah .Ribuan peserta memadati Gedung CCC. Kami di kuliahi oleh Pak Polisi. Unik rasanya.
PMB tingkat fakultas di selenggarakan pada tanggal 3 September 2012. Pagi-pagi sekali aku telah mempersiapkan semuanya. Memakai Seragam Hitam Putih. Sebelum pukul 7 aku telah berada di Kampus. Aku pergi bersama tetangga kost ku, Sari. Kami ke kampus melalui lotus yang ada di Fakultas Teknik. Sesampainya di Gedung Fakultas tidak ada tanda-tanda maba. Suasana terlihat sepi. Ternyata semua maba di kumpulkan di lapangan tempat parkir. Untunglah ada kakak berjaket merah hitam yang memberitahu kami untuk berkumpul disana, yang dikemudian hari ku tahu bahwa kakak itu adalah salah seorang anggota HIMATIKA.
Kemudian kami di arahkan ke Gedung FF103 & FF104, posisi duduk yang terlalu di belakang membuatku tidak dapat mendengar dengan baik apa yang di katakan oleh Dosen. Di tampat itu kami di perkenalkan dengan beberapa Organisasi yang berada di Kampus. Di tempat itu juga aku berkenalan dengan beberapa teman baru, yaitu Ida dan Dina. Serta beberapa teman lain yang ku lupa namanya (_ _”)
Setelah acara pembukaan itu, kami maba Jurusan Matematika di arahkan ke ruang Workshop Matematika. Ruangannya sangat sejuk. Hampir Semua Dosen Jurusan Matematika ada di sana. Kami di bina oleh kakak-kakak dari HIMATIKA. Kami juga di perkenalkan dengan Ketua HIMATIKA yaitu kak Didi, sekertaris kak Nugroho, dan bendaharanya kak Anty serta semua anggota HIMATIKA. Di tempat ini, kembali aku mendapat kenalan baru, namanya Inggit dan Ayu, mereka dari Prodi ICP. Serta beberapa teman lagi yang ku lupa namanya. (ya ampuun).
Sebelum acara dimulai, kakak-kakak meminta beberapa orang yang berani maju ke depan untuk memperkenalkan diri. Walau agak gugup, aku memberanikan diriku untuk maju ke depan memperkenalkan diri. Ku perkenalkan bahwa aku dari SMA N 1 Nabire, di Papua. Ada sedikit decak kagum atau mungkin heran yang ku dengar dari teman-teman. Mungkin mereka berpikir bahwa dari Papua kok putih? (biasanya teman baru ku bertanya demikian padaku). Hehe..
Kemudian acara di buka oleh Dr.Muhammad darwis M, M.pd selaku ketua jurusan Matematika. Beliau memperkenalkan dosen-dosen yang mengajar di jurusan matematika. Para dosen tersebut terlihat sangat ramah dan humoris. Tapi ada juga beberapa dosen yang  sulit di tebak karakternya.
Waktu shalat pun tiba, kami di pandu oleh kakak HIMATIKA ke masjid. Karena masih maba jadi mungkin takut kesasar.
Hari kedua PMB Tingkat Jurusan. Kami masih di dampingi kakak-kakak Himatika. Pada hari kedua ini, seragam kami bukan lagi hitam putih. Hari ini kami di beri tahu tentang pembimbing akademik sementara. Dan pembimbingku adalah kak Khairun Nisa yang akrab di panggil Kak Icha.
Semakin hari, temanku makin banyak. Tapi terkadang aku sulit mengingat nama mereka. Tidak jarang aku salah menyebut nama. Sikapku yang tidak pendiam membuatku mendapat banyak teman baru .hehee...agak sulit juga jika berbicara dengan mereka, karena logat yang di pakai beda dengan logat waktu di Papua. Ada kata ‘mi’, ‘bede’ dan lain-lain. Hari ini juga di umumkan bahwa akan ada pelatihan komputer untuk maba.
Hari demi hari berlalu, kakak-kakak HIMATIKA masih setia mendampingi kami. Alhamdulillah tidak ada aspek kekerasan. Tapi seorang temanku yang bernama Mutia sempat nangis karena di komentari oleh salah seorang kakak HIMATIKA. Hemmmm.. mungkin itu adalah tes mental? Di sini kami juga di perkenalkan dengan event terbesar HIMATIKA yaitu Geometri. Menurutku event ini menarik.
Hari demi hari kami di beri matreri oleh para pemateri yang asyik dan materinya pun sangat berguna. Namun yang paling terekam jelas di ingatanku adalah materi Hypnosis oleh Pak Jafaruddin. WAW.. beliau berhassil menghipnotis sekitar sepuluh temanku. Aku sendiri sempat menawarkan diri untuk jadi salah satu kontestan, tapi otak kritisku masih belum bisa menerima sugesti dari Pak Jafar, sehingga aku di suruh duduk kembali... ughh!!! Dan aku lah satu-satunya peserta yang duduk kembali.. huhuhu .
Di sini aku belajar banyak hal. Bertemu dengan banyak teman. Teman-teman di sini sangat berani mengemukakan pendapat mereka, tidak pemalu, dan cerdas. Begitu pula kakak-kakak HIMATIKA, berani berbicara di depan umum, aku ingin jdi pemberani seperti mereka yang  lain, tapi terkadang sifat malu yang tinggi menutup rasa keberanianku . arrrghh!!!
Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada kaka-kakak HIMATIKA yang telah sangat berjasa bagi kami.  Sangat ramah walaupun kadang jadi sangat pemarah. Sangat baik, tapi kadang jadi kejam.. but, overall,,kakak-kakak HIMATIKA sangat baik pada kami. Thanks kakak :D.


 (catatan lama)
ini adalah cerpen pertama di awal masa kuliah :D
21/9/2012

~Segelas Sprite dan Sebuah Kenangan~


Hari ini rasanya perutku masuk angin. Perutku tidak seperti biasanya. Rasanya penuh sesak. Padahal terakhir kali makan beberapa jam yang lalu.
Sekaleng sprite mungkin bisa mengeluarkan angin di perutku, pikirku.
Setelah membeli sekaleng sprite, aku menuangkan isinya kedalam gelas.
Seteguk sprite ku minum. Baru seteguk. Tapi itu membawaku pada masa-masa lebaran di rumah.
Ya, tiap lebaran, sprite dan kue kering jadi makanan andalanku, selain buras dan daging tentunya.
Hampir tiap hari, setiap makan kue kering buatan ibu, selalu ditemani sprite, coca cola atau fanta.
Makanya tiap minum 'mereka', pikiranku melayang pada suasana lebaran di rumah.
Kangen kue kering buatan ibu. Sudah 2 tahun lebih aku tak mencicipinya.